BREAKING NEWS

Ditolak Sistem Tiket Via Aplikasi, Tiket Arus Balik Gratis Kapal Express Bahari Dikeluhkan

Kapal Express Bahari 6F yang melayani arus balik gratis program dari Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) (Foto:kabarbawean)

kabarbawean.com - Arus balik lebaran Idul Fitri 1446 H, dari Bawean -Gresik masih jauh dari kata nyaman dan aman, bagi para pemudik. Lantaran beberapa pemudik ada yang masih kesulitan mendapatkan tiket.

Seperti yang dialami Ahmad Khidir, salah seorang calon penumpang kapal gratis Express Bahari 6F, gagal berangkat arus balik ke Gresik, Kamis pagi (26/3/2026). Sehingga, program dan kapal yang dipercaya oleh Kemenhub Dirjen Hubla, untuk melayani mudik dan arus balik ini, banyak menuai protes. 

Menurut Khidir, dirinya bersama beberapa sanak keluarga ditolak sistem aplikasi tiket Express Bahari mobile, saat hendak mencetak fisik tiket di loket.

"Saya bersama keluarga termasuk istri saya. Yang ditolak sistem tiga orang, saya anak istri. Terpaksa cari alternatif kapal lain," ucapnya, Sabtu (28/3/2026).

Khidir menceritakan, saat ke loket untuk cetak fisik tiket yang didapati dari aplikasi, tidak bisa dicetak. Lantaran sudah ada yang memiliki kode booking miliknya.

"Saat ke loket, bilangnya petugas kode booking tiket saya tidak bisa diproses, dan tidak ada di data pengguna jasa transportasi. Padahal sudah sesuai nama atau identitas," jelasnya. 

Diakuinya, dari hal tersebut, merasa dirugikan oleh pihak operator kapal. Pasalnya ia menduga ada permainan orang dalam atau internal managemen operator kapal yang sengaja menggeser kouta atau mengalihkan kouta tiket gratis.

"Bukan saya saja yang ditolak, ada sekitar 30 hingga 50 orang mengalami hal yang sama," ujarnya. 

"Dapat kiriman dari warga yang kebetulan ikut kapal mudik dan arus balik gratis ini, banyak seat atau kursi kosong. Utamanya di ruang VIP. Ini menjadi pertanyaan besar, seminggu bahkan dua atau satu hari sebelum keberangkatan, tiket gratis habis. Tapi di lapangan banyak kursi kosong," sambungnya. 

Sementara itu, Kepala Cabang Express Bahari Bawean, Herman, mengaku memang tidak sedikit para calon penumpang yang ditolak sistem. Penyebabnya tidak memenuhi persyaratan. Utamanya data identitas KK atau KTP.

"Seperti yang dialami calon penumpang tersebut, ada persyaratan yang tida terpenuhi. Bagian cabang melakukan validasi, tapi untuk verifikasi ada di Pusat," ucapnya. 

"Informasi ditolak sistem, bisa dilihat saat H-1 keberangkatan. Maka saat hari H keberangkatan, otomatis ditolak dan kode booking tidak bisa digunakan," sambungnya. 

Diakuinya, kouta dari mudik dan arus balik gratis masih ada beberapa kouta yang kosong. Lantaran ada beberapa calon penumpang yang coba-coba, atau juga sudah booking tapi memilih armada lain, atau mengubah jadwal keberangkatan. 

"Dari Gresik juga ada banyak yang kosong alias tidak full dari kapasitas 250," imbuhnya.

Sekedar informasi, arus balik mudik gratis berlaku sejak tanggal 25 Maret 2026. Data dari Kantor Kesyahbandaran Bawean atau Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Bawean, jumlah para penumpang selama kurun waktu tiga hari, mulai tanggal 25-27 Maret 2026 jumlah total penumpang arus balik, 708 orang. Kalau kouta full, ada 750 yang menggunakan jasa transportasi kapal gratis.

Editor: Ahmad Faiz                 Reporter: Saiful Hasan