Baru Sepekan Datang, Pertalite di Bawean Sudah Langka
![]() |
| Kapal MT Omega Selatan saat sandar di pelabuhan bawean yang membawa BBM Subsidi (Pertalite dan Biosolar) pada Senin, 9/3/2026. (Foto:kabarbawean) |
kabarbawean.com - Bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Pulau Bawean mendadak langka. Padahal, pasokan BBM tersebut belum genap satu minggu tiba di pulau tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar, bahkan di tingkat pengecer.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, BBM subsidi (Pertalite dan Biosolar) baru saja tiba di Bawean melalui jalur Masalembu-Bawean pada Senin, 9 Maret 2026, menggunakan kapal MT Omega Selatan dan bersandar di pelabuhan Bawean. Namun, pada Minggu, 15 Maret 2026, stok Pertalite di berbagai titik penjualan sudah mulai kosong.
Kelangkaan ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan ke mana perginya BBM subsidi tersebut yang baru saja didatangkan.
Herman, warga Lebak, mengaku sudah berkeliling ke beberapa tempat untuk mencari Pertalite, namun tidak menemukannya.
“Saya mencari bensin ke beberapa tempat penjual Pertalite, tapi sudah kosong semua. Ada satu tempat di arah sepertiga menuju Pateken yang masih ada, tapi saat saya ikut antre ternyata sudah habis. Kemarin baru datang, kok sekarang sudah tidak ada,” keluhnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Erna, pedagang bensin eceran. Ia mengaku hanya mendapat jatah satu drum Pertalite saat pasokan baru tiba di Bawean.
“Kemarin saat Pertalite datang saya hanya dapat satu drum, dan itu sekarang sudah habis,” ujarnya.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin kesulitan, terutama mereka yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Zaka, warga Suwari, mengatakan dirinya harus berkeliling ke sejumlah lokasi untuk mencari Pertalite, namun tidak menemukan stok yang tersedia.
“Saya sudah mencari ke beberapa tempat penjual bensin Pertalite, semuanya kosong. Bahkan sampai ke arah timur Alun-Alun Sangkapura juga tidak ada,” katanya.
Kelangkaan Pertalite juga dirasakan Lina, warga Pudakit Barat. Ia mengaku sangat kesulitan mendapatkan bensin, sementara suaminya yang berprofesi sebagai nelayan sangat membutuhkan BBM untuk melaut setiap hari.
“Saya bingung mencari bensin karena sudah habis semua. Suami saya nelayan yang setiap hari melaut ke arah timur hingga pelabuhan di Sungai Teluk. Kami sangat membutuhkan bensin,” ujarnya.
Ia juga mengaku heran karena stok BBM yang baru datang sepekan lalu sudah tidak tersedia di pasaran. Lina berharap pemerintah dapat bersikap tegas jika ada pihak yang menyimpan atau menimbun BBM.
“Saya berharap pemerintah tegas jika ada yang menyimpan bensin. Kemarin saat bensin tidak ada, ada beberapa pedagang yang sebelumnya tutup karena kosong, tiba-tiba buka lagi,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Pengurus Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) 01 Bawean, H. Abu Bakar, pasokan BBM yang diangkut kapal MT Omega Selatan pada 9 Maret 2026 ke Pulau Bawean terdiri dari beberapa jenis.
Rinciannya yakni:
- Kode 56.611.01: Pertalite (PL) 16 KL
- Kode 56.611.39: Pertalite (PL) 80 KL dan Bio Solar (BS) 32 KL
- Kode 58.611.48: Pertalite (PL) 8 KL dan Bio Solar (BS) 8 KL
Dengan jumlah pasokan tersebut, masyarakat berharap distribusi BBM di Bawean dapat diawasi secara lebih ketat agar tidak terjadi kelangkaan dalam waktu singkat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berharap ada penjelasan dari pihak terkait mengenai penyebab cepat habisnya BBM subsidi jenis Pertalite di Pulau Bawean.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

