BREAKING NEWS

Arus Balik Lebaran Bawean-Gresik Terkendala Kuota, Puluhan Penumpang Gagal Berangkat

Calon penumpang KMP Gili Iyang antre di loket Tiket Pelabuhan Bawean (Foto:kabarbawean)

kabarbawean.com - Peningkatan arus balik Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, terkendala keterbatasan kuota tiket. Akibatnya, puluhan calon penumpang KMP Gili Iyang tidak dapat berangkat dan harus kembali ke rumah masing-masing.

Pantauan di lapangan, sejumlah calon penumpang mengaku kesulitan mendapatkan tiket keberangkatan pada Senin malam (30/3/2026). Mereka yang telah datang ke terminal pelabuhan hanya bisa menunggu dengan harapan adanya penambahan kuota, seperti yang terjadi pada hari sebelumnya.

Salah satu calon penumpang, Yusuf, perantau asal Jawa Tengah yang hendak pulang ke Desa Suwari, mengaku sudah berusaha mendapatkan tiket sejak siang hari.

"Saya dari tadi menunggu di sini (Terminal Pelabuhan) agar ada penambahan seperti kemarin. Saya sudah coba beli online sejak dibuka jam 13.00 WIB, tapi tidak bisa, selalu nol. Saya berharap ada penambahan tiket untuk penumpang, makanya saya tetap menunggu di sini. Kalau tidak ada, saya terpaksa pulang. Saya sangat kecewa, ini pertama kali ke Bawean ternyata seperti ini," ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan Asmal, warga Tajung Kima, Desa Kumalasa, yang datang bersama lima rekannya dari Desa Gelam. Mereka berharap tetap bisa berangkat meski harus membayar lebih mahal.

"Saya dengan teman-teman, ada lima orang, sudah datang ke sini menunggu ada penambahan tiket, tapi tidak ada. Saya bahkan siap beli berapapun harganya karena mau berangkat kerja ke Malaysia. Menurut saya, lebih enak tiket offline daripada online," jelasnya.

Ia juga menyebut sedikitnya puluhan calon penumpang harus pulang karena tidak mendapatkan tiket.

"Ada sekitar 20 an orang yang sudah pulang tadi tidak dapat tiket," imbuhnya.

Hal yang sama dialami Muammal, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang jurusan Teknik Informatika semester 6. Ia mengaku kesulitan mendapatkan tiket meski telah mencoba sejak awal pembukaan.

"Saya sudah coba beli online sejak dibuka jam 13.00 WIB hari Minggu, tapi tidak bisa. Padahal sebelumnya, sebelum arus mudik dan balik, biasanya lancar. Saya berharap ada penambahan seperti kemarin," ungkapnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, jumlah penumpang yang terangkut menggunakan KMP Gili Iyang mencapai 226 orang, dengan tambahan 59 unit kendaraan roda dua serta 29 unit kendaraan roda empat dan truk.

Sebelumnya, penambahan kuota penumpang sempat dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, anggota DPRD Gresik, operator kapal PT ASDP Indonesia Ferry, serta otoritas pelabuhan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean. Dalam kondisi tertentu, otoritas pelabuhan memberikan izin keberangkatan dengan jumlah penumpang hingga sekitar 246 orang.

Namun demikian, Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya, M. Reza Fahlevi, menyampaikan bahwa kuota resmi tetap mengacu pada kapasitas sesuai Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang (SKKP).

"Sebenarnya dari operator bisa saja ada penambahan, tapi tergantung persetujuan pihak otoritas pelabuhan," jelasnya.

Di sisi lain, layanan kapal cepat Express Bahari juga menghadapi persoalan serupa. Meski tiket pada aplikasi kerap dinyatakan habis, pada hari keberangkatan masih ditemukan kursi kosong.

Sofiyah, mahasiswi salah satu universitas di Semarang, mengaku sempat kesulitan mendapatkan tiket mudik gratis.

"Susah dapat tiket gratis, tapi alhamdulillah ini dapat. Awalnya tidak ada nomor tiket. Setelah dicetak ada nomornya, dapat tiket kelas VIP," ujarnya di Pelabuhan Gresik, Selasa (31/3/2026).

Ia juga menyebut dalam program mudik dan balik gratis dari Kementerian Perhubungan, masih ditemukan kursi kosong yang tidak terisi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Express Bahari Gresik, Reven Syah Putra, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena adanya pemesanan tiket yang tidak digunakan.

"Banyak pemesanan fiktif, alias yang mesan tiket tidak datang ke Pelabuhan saat keberangkatan," tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data UPT Dishub Bawean, total penumpang arus balik sejak 23 hingga 30 Maret 2026 mencapai 5.636 orang.

Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat Bawean pasca-Lebaran, sekaligus menjadi perhatian terkait ketersediaan transportasi dan sistem distribusi tiket agar lebih optimal ke depannya.

Editor: Ahmad Faiz                Reporter: Saiful Hasan