BREAKING NEWS

Air Terjun Laccar Bawean, Surga Tersembunyi yang Wajib Kamu Kunjungi

Wisata air terjun laccar, pulau bawean, Gresik. (Foto:kabarbawean)

kabarbawean.com - Pernah merasa bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja? Kalau kamu sedang mencari tempat yang masih alami, belum terlalu ramai, tapi punya pemandangan luar biasa, air terjun laccar desa telukdalam bawean bisa jadi jawabannya.

Terletak di kawasan Desa Kebun Teluk Dalam, air terjun ini menawarkan pengalaman berbeda dibanding wisata mainstream. Suasananya masih asri, airnya jernih, dan perjalanan menuju lokasi justru menjadi bagian dari petualangan yang seru.

Mengenal Air Terjun Laccar Bawean

Air Terjun Laccar merupakan salah satu destinasi wisata alam yang belum banyak terekspos di Kabupaten Gresik, khususnya wilayah Pulau Bawean.

Berada di tengah kawasan hutan alami, air terjun ini memiliki karakter yang cukup khas:

  • Aliran air jernih dan segar
  • Tebing batu alami yang masih asli
  • Lingkungan hijau yang relatif terjaga

Lokasinya berjarak sekitar ±15 km dari pusat Sangkapura dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam perjalanan darat.

Ketinggian Air Terjun Laccar 

Berdasarkan data yang paling konsisten, Air Terjun Laccar memiliki tinggi sekitar ±25 meter

Meski ada beberapa sumber yang menyebut angka berbeda, kisaran ini dianggap paling mendekati kondisi di lapangan.

Trekking Menuju Air Terjun

Setelah kendaraan berhenti, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki:

  • Jalan setapak sekitar ±500 meter
  • Menyusuri sungai berbatu sekitar ±200 meter
  • Estimasi waktu trekking: 15–30 menit
  • Biaya masuk: Rp3.000 per orang 

Daya Tarik Air Terjun Laccar

1. Lingkungan Masih Alami

Kawasan air terjun dikelilingi oleh:

  • Perbukitan
  • Pepohonan rindang
  • Ekosistem hutan alami

Suasana ini menciptakan udara yang sejuk dan cocok untuk melepas penat.

2. Air dari Sumber Pegunungan

Air yang mengalir berasal dari kawasan pegunungan sekitar desa.

Namun perlu diperhatikan:

  • Musim hujan: debit air deras
  • Musim kemarau: air cenderung berkurang

3. Sensasi Trekking dan Eksplorasi

Air Terjun Laccar tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman:

  • Menyusuri jalur hutan
  • Melewati sungai berbatu
  • Menjelajah alam secara langsung

Cocok untuk kamu yang suka petualangan ringan.

4. Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Pengunjung biasanya melakukan beberapa aktivitas berikut:

  • Bermain air
  • Berendam
  • Berfoto dengan latar alami

Tips Berkunjung ke Air Terjun Laccar

Agar perjalananmu lebih aman dan nyaman, perhatikan beberapa tips berikut:

Persiapan

  • Gunakan sepatu anti licin
  • Bawa air minum
  • Siapkan pakaian ganti

Waktu Terbaik

  • Datang pagi hingga siang hari
  • Hindari saat hujan

Keamanan

  • Jangan datang sendirian
  • Waspadai jalur berbatu dan licin

Potensi Wisata Air Terjun Laccar

Air Terjun Laccar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata unggulan di Bawean, seperti:

  • Destinasi wisata alam desa
  • Pengembangan eco-tourism
  • Edukasi lingkungan (biologi & geologi)

Dengan pengelolaan yang baik, tempat ini bisa menjadi salah satu ikon wisata alam di Bawean.

Air Terjun Laccar di Desa Kebun Teluk Dalam menawarkan pengalaman wisata yang sederhana namun berkesan. 

Dengan ketinggian sekitar 25 meter, akses trekking ringan, dan suasana yang masih alami, tempat ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati ketenangan alam di Pulau Bawean.

Meski belum memiliki fasilitas lengkap, justru di situlah daya tariknya alam yang masih apa adanya.

Kalau kamu orang Bawean atau pernah ke sini, coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar ya, atau share tulisan ini ke temanmu yang suka wisata alam!

FAQ

1. Di mana lokasi air terjun laccar bawean?

Air Terjun Laccar berada di Dusun Laccar, Desa Kebun Teluk Dalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.

2. Berapa tinggi air terjun laccar?

Sekitar 25 meter.

3. Berapa lama trekking ke lokasi?

Sekitar 15-30 menit berjalan kaki dari area parkir.

4. Berapa harga tiket masuknya?

Sekitar Rp3.000 per orang.

5. Apakah aman untuk dikunjungi?

Relatif aman, tetapi tetap perlu berhati-hati terutama saat musim hujan dan di jalur berbatu.

Editor: Ahmad Faiz                Reporter: Prof