Santri Asal Pulau Bawean Raih Juara 1 Lomba Hifdzu An-Nusus di Pondok Al-Mashduqiah Probolinggo

Zeyvila Ilfahana asal desa daun Pulau Bawean pegang piala saat mendapatkan juara satu lomba Hifdzu An-Nusus Ponpes Al-Mashduqiah Kraksan Probolinggo
(Foto: Istimewa)

kabarbawean.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri asal Desa Daun, Pulau Bawean. Zeyvila Ilfahana, santri Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil meraih Juara 1 dalam lomba Hifdzu An-Nusus tingkat sepondok.

Lomba Hifdzu An-Nusus tersebut merupakan ajang akademik yang menguji penguasaan santri terhadap sejumlah mata pelajaran keilmuan Islam, meliputi mahfudzat, nahwu, sharaf, tafsir, dan hadits.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Al- Mashduqiah. Secara teknis, pelaksanaan lomba dilakukan melalui beberapa tahapan seleksi. Pada tahap awal, seluruh santri mengikuti seleksi, kemudian dipilih enam santri terbaik di setiap angkatan. Selanjutnya, keenam santri tersebut mengikuti ujian lisan, sebelum akhirnya ditetapkan tiga santri terbaik yang berhak melaju ke babak final.

Salah satu ustadz Pondok Pesantren Al-Mashduqiah menjelaskan, lomba tersebut digelar sebagai upaya menggali potensi akademik santri sekaligus mengukur semangat belajar mereka dalam bidang keilmuan agama.

“Latar belakang diadakannya lomba ini untuk menggali potensi santri dan mengtahui bagaimana semangat belajarnya. Lomba ini diikuti oleh seluruh santri. Pada tahap awal, kami menyeleksi dan mengambil enam santri terbaik dari setiap angkatan. Selanjutnya dilakukan ujian lisan, kemudian dipilih tiga santri terbaik untuk maju ke babak final,” jelasnya.

Babak final lomba Hifdzu An-Nusus dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026. Pada tahap akhir tersebut, Zeyvila Ilfahana yang berasal dari Desa Daun, Pulau Bawean, tampil unggul dan berhasil meraih peringkat pertama sepondok.

Ayah Zeyvila, Hamid, S.Pd, yang juga merupakan guru di SDN 325 Gresik, Desa Baikterus, Pulau Bawean, mengaku sangat bersyukur dan bangga atas capaian putrinya tersebut. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai melalui sambungan telepon pada Senin (2/2/2026).

“Sebagai orang tua tentu saya sangat bangga. Saya terus memberi semangat agar prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Hamid.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga dan Pondok Pesantren Masdukiyah, tetapi juga bagi masyarakat Pulau Bawean, khususnya Desa Daun, sebagai daerah asal santri berprestasi tersebut.

Editor: Ahmad Faiz             Reporter: Saiful Hasan