Rindu Bawean di Yogyakarta, Diaspora Bawean Siap Gelar Halal Bihalal Internasional 2026

Screenshot pamflet halal bihalal bawean internasional (Foto:Istimewa)

kabarbawean.com - Rasa rindu terhadap tanah kelahiran akan menyatukan warga Bawean dari berbagai penjuru dunia dalam agenda Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional 2026 yang akan digelar selama dua hari, 11–12 April 2026, di Auditorium Gedung Perwacy, Jalan Ringroad Timur, Yogyakarta.

Mengusung tajuk “Rindu Bawean di Yogyakarta”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang temu budaya dan penguatan identitas warga Bawean di tengah arus diaspora global. Warga Bawean dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dijadwalkan hadir untuk melepas rindu, mengenang kampung halaman, sekaligus mempererat persaudaraan lintas generasi.

Ketua Panitia Pelaksana HBH Bawean Internasional 2026, M. Faisol, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya menjaga jati diri Bawean, khususnya bagi generasi muda yang tumbuh dan besar di perantauan.

“Bagaimanapun suksesnya warga Bawean di manapun berada, identitas sebagai warga Bawean harus tetap terjaga. HBH ini kami rancang sebagai ruang pelestarian budaya dan identitas Bawean di tengah diaspora global,” kata Faisol, Sabtu (27/12/2025).

Menurut Faisol, salah satu pembeda utama HBH Bawean Internasional 2026 dibandingkan kegiatan serupa sebelumnya adalah penguatan unsur kebudayaan dalam rangkaian acara. Berbagai kesenian khas Bawean akan ditampilkan sebagai simbol warisan budaya yang terus diwariskan lintas generasi.

“Kesenian-kesenian khas Bawean akan ditampilkan dalam acara halal bihalal nanti. Ini penting agar generasi Bawean, terutama yang lahir dan besar di perantauan, tetap mengenal budaya asalnya,” jelasnya.

Selain pertunjukan seni budaya, HBH juga akan diisi dengan sajian kuliner khas Bawean, diskusi kebudayaan, serta ruang interaksi antarwarga Bawean dari berbagai latar belakang profesi dan negara.

Dalam rangka menyukseskan agenda internasional tersebut, Ir. M. Faisol, tokoh Bawean yang dikenal sukses di bidang mebel dan furnitur di Yogyakarta, sebelumnya juga melakukan konsolidasi dengan warga Bawean di Kabupaten Gresik. Konsolidasi tersebut melibatkan Keluarga Warga Bawean Gresik (KWBG) dan komunitas Anak Bawean Gresik (ABG).

Gresik dipilih sebagai pusat konsolidasi karena memiliki komunitas perantau Bawean yang kuat dan aktif di berbagai sektor. Dari Gresik, direncanakan partisipasi seni budaya serta kuliner khas Bawean untuk memeriahkan HBH Internasional.

“Halal Bihalal (HBH) ini sebagai wadah persaudaraan Bawean internasional. Kami mulai sosialisasi dan bekerja sama untuk menyukseskan acara ini,” ujar Faisol saat konsolidasi di kediaman H. Subki, salah satu tokoh Bawean di Gresik.

HBH Bawean Internasional 2026 diperkirakan akan dihadiri sekitar 800 peserta, termasuk perwakilan warga Bawean dari Malaysia dan Singapura yang telah menyatakan kesediaan hadir. Dukungan moril juga datang dari sejumlah tokoh nasional asal Pulau Bawean.

Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena kota budaya tersebut dikenal sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata, sekaligus memiliki daya tarik kuat bagi diaspora Bawean lintas negara.

HBH perantauan masyarakat Bawean sendiri telah berlangsung sejak tahun 1985, dengan pelaksanaan terakhir pada 2017 di Tulungagung. HBH Bawean Internasional 2026 diharapkan menjadi tonggak baru dalam merawat ingatan kolektif, budaya, dan persaudaraan warga Bawean di tengah kehidupan global.

Editor: Ahmad Faiz                 Reporter: Saiful Hasan