Nelayan Asal Tegal Diduga Gangguan Jiwa Kabur dari Mobil Boks di Sungairujing

Sugiarto, nelayan asal Tegal yang diduga mengalami gangguan jiwa, saat berada di atas perahu sebelum kabur di Desa Sungairujing. (Foto: Istimewa)

kabarbawean.com - Seorang nelayan asal Tegal bernama Sugiarto diduga mengalami gangguan jiwa dan dilaporkan kabur setelah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean. Hingga Sabtu (3/1/2026), keberadaan yang bersangkutan belum diketahui meski telah dilakukan upaya pencarian oleh warga dan aparat setempat.

Kepala Desa Sungairujing, Zainal Abidin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Sabtu (3/1/2026), membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa Sugiarto dibawa ke puskesmas karena menunjukkan perilaku tidak wajar dan diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Iya benar. Dua orang keluarganya masih menunggu di rumah. Orang tuanya dari Tegal sudah menelepon saya. Sampai sekarang belum ketemu. Perahu yang sempat mencari ikan itu sekitar 27 orang, tapi sudah kembali karena membawa ikan, yang dua orang itu masih menunggu sampai Sugiarto ditemukan,” ujar Zainal Abidin.

Menurut Zainal Abidin, Sugiarto awalnya datang ke Pulau Bawean untuk melaut dan sempat mangkal di wilayah Kepuh. Diduga terjadi persoalan dengan kru kapal, sehingga pada malam pergantian tahun, saat berlangsung kegiatan sholawatan di Masjid Jami’ Bawean, yang bersangkutan kemudian dibawa ke Puskesmas Sangkapura untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sugiarto dari Tegal awal mulanya cari ikan. Mangkalnya di Kepuh. Terjadi sesuatu sama krunya. Waktu ada sholawatan di Masjid Jami’ Bawean pergantian tahun, dia dibawa ke Puskesmas Sangkapura dari Kepuh,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, Sugiarto kemudian dibawa kembali menuju Kepuh menggunakan mobil boks. Namun, obat yang diberikan oleh petugas medis belum sempat diminum. Di tengah perjalanan, tepatnya di Dusun Dhuko, Desa Sungairujing, dekat balai desa dan area pemakaman, Sugiarto tiba-tiba bertindak agresif.

“Setelah diperiksa kemudian mau dibawa kembali ke Kepuh. Obat belum diminum. Di tengah perjalanan, dekat balai desa Dhuko samping makam, dia menerjang pintu mobil boks dan langsung loncat,” ungkap Zainal Abidin.

Saat kejadian, di dalam mobil terdapat sekitar sembilan hingga sepuluh orang yang berupaya menahan Sugiarto, namun tidak berhasil. Pintu belakang mobil diketahui dalam kondisi terkunci, dan posisi Sugiarto berada di dekat pintu tersebut.

“Dia menerobos pintu mobil boks, lalu lari ke arah Gunung Paratana atau Gunung Tajung. Kami sudah lakukan pencarian ke sana, tapi belum ditemukan,” tambahnya.

Upaya pencarian telah dilakukan selama tiga hari terakhir oleh warga dan aparat setempat, termasuk penyisiran di kawasan Dusun Dhuko hingga Gunung Tajung. Namun hingga kini, hasil pencarian masih belum membuahkan hasil.

Sementara itu, Kapolsek Sangkapura AKP Ali Fauzi, S.H., saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa pihak desa telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait kejadian tersebut.

“Iya, sudah koordinasi dengan Polsek Sangkapura,” singkatnya.

Pemerintah Desa Sungairujing mengimbau masyarakat yang melihat atau menemukan Sugiarto agar segera melapor kepada pihak desa atau aparat kepolisian. Informasi dapat disampaikan kepada Kepala Desa Sungairujing atau melalui nomor 0838-9076-4527. Pihak keluarga menyiapkan imbalan khusus bagi siapa pun yang berhasil menemukan atau mengamankan yang bersangkutan.

Sugiarto diduga masih berada di sekitar wilayah Desa Sungairujing, namun tidak menutup kemungkinan telah berpindah ke desa lain di Pulau Bawean. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor apabila memperoleh informasi terkait keberadaannya.

Editor: Ahmad Faiz         Reporter: Saiful Hasan