Kelangkaan LPG Masih Dirasakan Sebagian Warga Kecamatan Tambak, Meski Pasokan LPG Sudah Tiba di Bawean
![]() |
| Kapal Layar Motor (KLM) tradisional yang membawa LPG tiba di Bawean dan melakukan bongkar muat di Pelabuhan Bawean, Rabu (28/1/2026). (Foto: kabarbawean) |
kabarbawean.com - Kelangkaan gas elpiji (LPG) 3 kilogram masih dirasakan sebagian warga di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, meskipun pasokan gas dilaporkan telah masuk dan dilakukan bongkar muat di Pelabuhan Sangkapura.
Asminto, warga Desa Gelam, Kecamatan Tambak, mengaku hingga Rabu (28/1/2026) LPG masih belum tersedia di desanya. Kondisi tersebut memaksanya kembali menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
“Di Gelam belum ada LPG sama sekali, Pak. Saya sudah berhari-hari pakai kayu bakar karena tidak menemukan gas. Padahal semalam sudah ada bongkar muat LPG di Pelabuhan Sangkapura, tapi belum sampai ke desa kami,” ujar Asminto.
Ia menambahkan, kebutuhan LPG saat ini sangat mendesak karena istrinya baru saja melahirkan dan membutuhkan air panas serta keperluan memasak yang cepat.
“Istri saya baru melahirkan. Untuk memasak air, jika menggunakan kayu bakar itu susah dan lama, tidak seperti memakai kompor gas. Saya benar-benar berharap LPG segera sampai ke Desa Gelam,” ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Majid, warga Dusun Pinang Gunung, Desa Telukjati, Kecamatan Tambak. Ia mengaku kebingungan mencari LPG karena kelangkaan terjadi di wilayahnya.
“Di tempat saya juga langka. Saya sempat menghubungi teman-teman di wilayah Tambak, tapi informasinya sama, LPG belum ada,” kata Majid.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Ekonomi Kecamatan Tambak, Marjan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (28/1/2026), membenarkan bahwa pasokan LPG telah masuk ke wilayah Tambak, namun jumlahnya masih terbatas.
“Saya mendapat informasi dari Haji Hamdi, pemilik pangkalan LPG Wilker Tambak, bahwa LPG sudah datang. Namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk saat ini sekitar 385 tabung yang masuk dan sudah kami distribusikan untuk kebutuhan rumah tangga,” jelas Marjan.
Terkait kondisi di lapangan, Marjan menyebut pihaknya masih menjumpai situasi yang relatif kondusif, meski terdapat laporan keluhan dari masyarakat.
“Kalau hasil pantauan kami di sekitar lingkungan, kondisinya masih normal dan kondusif. Informasi kelangkaan lebih banyak kami terima dari laporan warga,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Tambak, lanjut Marjan, akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam guna mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi.
“Kami akan monitor kondisi besok dan seterusnya dengan berkoordinasi bersama Forkopimcam. Jika ada kondisi tertentu dan pimpinan memerintahkan sidak, kami siap turun bersama Polsek dan Koramil,” tegasnya.
Sebagai informasi, pasokan LPG ke Pulau Bawean dikirim menggunakan Kapal Layar Motor (KLM) tradisional yang diberangkatkan dari Pelabuhan Gresik menuju Pelabuhan Umum Bawean pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Sebanyak tiga kapal dikerahkan dalam pengiriman tersebut dengan muatan utama tabung gas LPG 3 kilogram serta muatan curah lainnya. Total LPG 3 kilogram yang dikirim ke Pulau Bawean tercatat sebanyak 19.803 tabung.
Rinciannya, KLM Purnama memuat 7.000 tabung LPG 3 kilogram serta 200 tabung LPG 12 kilogram, sementara KLM Mega Baru membawa 6.000 tabung LPG 3 kilogram.
