Imbas Gelombang Tinggi di Pulau Bawean, Kapal Penyeberangan Lumpuh Hingga Harga Sembako Naik

Pasar Dasa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura Bawean (Foto:kabarbawean)

kabarbawean.com  - Kondisi cuaca buruk disertai gelombang laut tinggi kembali mengancam keselamatan pelayaran di Perairan Bawean. Akibatnya, seluruh aktivitas pelayaran dari dan menuju Pulau Bawean resmi ditunda sejak Jumat (9/1/2026) hingga Senin (12/1/2026), dan diperkirakan masih akan berlanjut beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (12/1/2026), menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi gelombang laut di perairan Bawean, khususnya bagian selatan, masih tergolong tinggi dan berbahaya bagi pelayaran.

“Update hari ini tanggal 12 Januari 2026, untuk perairan Bawean bagian selatan yang merupakan jalur kapal Express Bahari, Gili Iyang, hingga LCT itu tinggi gelombang masih diperkirakan mencapai 2,5 meter dan kondisi ini berpotensi berlangsung hingga 16 Januari 2026,” ujar Usman.

Menurutnya, BMKG memprediksi adanya potensi penurunan gelombang pada 17 Januari 2026, namun kepastian kondisi laut tetap bergantung pada dinamika atmosfer harian yang terus diperbarui.

“Prediksi cuaca kami update setiap hari. Harapannya ke depan bisa lebih kondusif, tapi sementara ini hasil BMKG masih menunjukkan gelombang tinggi,” tambahnya.

Usman juga menjelaskan bahwa tingginya gelombang di perairan Bawean dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Asia, yang menyebabkan angin bertiup kencang. Selain itu, keberadaan awan Cumulonimbus (CB) di wilayah laut turut meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang.

“Perairan Bawean berbeda dengan Gresik. Gresik relatif terlindung dan jauh dari laut lepas, sementara Bawean langsung berhadapan dengan laut bebas. Walaupun dari darat tampak tenang, di tengah laut gelombangnya bisa sangat tinggi,” jelasnya.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya memprakirakan tinggi gelombang laut di Perairan Bawean bagian utara dan selatan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk kategori sedang dan perlu diwaspadai. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 16–22 knot, dengan hembusan maksimum hingga 35 knot, sementara suhu permukaan laut berada di kisaran 29 derajat Celsius.

Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau seluruh pihak untuk memprioritaskan keselamatan. Nelayan tradisional diminta tidak memaksakan diri melaut, sementara aktivitas wisata bahari dan masyarakat pesisir diminta waspada terhadap hujan lebat, angin kencang, petir, serta potensi pohon tumbang.

“Nelayan sebaiknya menunda melaut dan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perahu atau jaring. Transportasi laut juga harus mematuhi arahan otoritas pelabuhan,” tegas Usman.

Dampak dari terhentinya pelayaran mulai dirasakan masyarakat Bawean. Hasil inspeksi mendadak Tim Kecamatan Sangkapura di Pasar Desa Kotakusuma, Senin (12/1/2026), menunjukkan sejumlah komoditas bahan pokok mulai mengalami kelangkaan.

Stok sayur-mayur terlihat menipis. Harga telur ayam tercatat naik dari Rp32 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram, sementara harga daging ayam melonjak cukup tajam dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Seorang warga Desa Lebak, Ibu Aini, berharap cuaca segera membaik agar aktivitas pelayaran kembali normal.

“Mudah-mudahan cuaca cepat membaik. Apalagi sekarang mendekati peringatan Isra Mikraj, masyarakat Bawean pasti membutuhkan telur dan ayam untuk hidangan acara,” ungkapnya.

Sebagai informasi, penundaan pelayaran di Bawean telah diberlakukan secara resmi sejak 10 Januari 2026, berdasarkan Pengumuman Nomor AL.820/1/10/UPP.Bwn/2026 yang dikeluarkan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean, menyusul peringatan cuaca buruk dari BMKG.

Hingga saat ini, masyarakat Bawean masih menunggu kepastian membaiknya kondisi cuaca agar distribusi logistik dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Editor: Ahmad Faiz             Reporter: Saiful Hasan

saiful hasan

Jurnalis di Media Kabar Bawean. “Jika tak lahir sebagai cahaya, jadilah cahaya melalui tulisan."

Lebih baru Lebih lama