Harlah NU ke-103 Hijriah dan 100 Masehi, MWCNU Lebak Bawean Gelar Istighosah dan Sunatan Massal

Ketua MWCNU Lebak Bawean, Kiai Ruhan, menyampaikan sambutan pada peringatan Harlah NU di Gedung MWCNU Lebak, Bawean. (Foto:kabarbawean.com)

kabarbawean.com - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lebak, Bawean, memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Hijriah dan 100 tahun Masehi dengan menggelar kegiatan sosial sunatan massal terhadap 44 anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) di Kantor MWCNU Lebak, Bawean.

Sunatan massal tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah NU yang juga diisi dengan kegiatan keagamaan dan tasyakuran. Acara ini dihadiri oleh pengurus PCNU, pengurus MWCNU Lebak, pengurus ranting NU se-MWCNU Lebak, serta badan otonom (banom) NU di wilayah MWCNU Lebak.

Ketua MWCNU Lebak Bawean, Kiai Ruhan, mengatakan bahwa peringatan Harlah NU tahun ini sengaja dikemas tidak hanya dalam bentuk kegiatan ritual, tetapi juga kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

“Alhamdulillah, pada hari ini, 31 Januari 2026 Masehi, bertepatan dengan hari lahir NU menurut tahun Masehi, kami melaksanakan peringatan Harlah NU dengan rangkaian kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial berupa sunatan massal,” ujar Kiai Ruhan saat ditemui sebelum acara dimulai.

Ia menjelaskan, sunatan massal yang diikuti 44 anak tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan pada periode kepengurusan MWCNU Lebak saat ini.

“Sunatan massal ini diikuti 44 anak yatim dan anak kurang mampu. Ini merupakan kegiatan sosial pertama di periode kepengurusan kami di MWCNU Lebak,” jelasnya.

Selain kegiatan sosial, rangkaian acara Harlah NU juga diisi dengan pembacaan Surah Yasin, istighosah, tahlil, serta tasyakuran. Dalam acara tasyakuran tersebut, panitia menggelar pembacaan shalawat, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Subbanul Wathon, sambutan-sambutan, ceramah agama, serta doa.

Kiai Ruhan berharap, ke depan MWCNU Lebak dapat terus meningkatkan kegiatan sosial sebagai bagian dari pengabdian NU kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan kegiatan NU tidak hanya fokus pada kegiatan ritual, tetapi juga lebih ditingkatkan kegiatan sosialnya. Semoga NU semakin kompak, kegiatannya berkelanjutan, dan selalu mendapat dukungan serta doa dari seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan Harlah NU ke-103 Hijriah dan 100 Masehi ini menjadi momentum bagi MWCNU Lebak Bawean untuk meneguhkan peran NU sebagai organisasi keagamaan yang berkhidmat dalam dakwah, sosial, dan kemasyarakatan.

Editor: Ahmad Faiz                 Reporter: Saiful Hasan