Gempa Kembali Guncang Pulau Bawean, Mahasiswa INHAFI Berhamburan Turun dari Lantai Empat

Tangkap layar dari aplikasi info BMKG saat kejadian gempa di Bawean (Foto:Istimewa)

kabarbawean.com - Gempa bumi kembali mengguncang Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu (3/1/2025) pagi. Getaran gempa yang berpusat di tengah laut, sekitar 21 kilometer dari Kecamatan Tambak, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Gempa terjadi sekitar pukul 09.12 WIB dengan kekuatan awal dilaporkan 5,2 magnitudo. Getarannya dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Pulau Bawean.

Salah satu dampak kepanikan dirasakan oleh mahasiswa Institut Agama Islam Hasan Jufri Bawean (INHAFI). Saat gempa terjadi, aktivitas perkuliahan tengah berlangsung di dalam kelas.

"Mahasiswa keluar kelas dan turun dari lantai empat gedung Inhafi," ucap Ansaruddin, salah satu dosen INHAFI Bawean.

Selain di lingkungan kampus, getaran gempa juga dirasakan warga di berbagai desa. Hasan, warga Desa Patar Selamat, Kecamatan Sangkapura, mengaku getaran terasa hingga ke dalam rumah.

"Tempat tidur terasa bergoyang, dan kaca jendela berbunyi dan bergetar," jelasnya.

Hal serupa dialami Kholifah, warga Desa Kumalasa. Getaran yang cukup kuat membuat bayinya yang baru berusia tiga bulan terkejut dan menangis keras saat berada di ranjang bayi.

“Saya sangat takut dengan getaran gempa itu, apalagi bayi saya langsung menangis keras. Saat gempa terjadi, posisinya sedang berada di ranjang,” ungkapnya.

Sejumlah warga lainnya tampak berlarian keluar rumah untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Sementara itu, Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid, memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Menurutnya, getaran dirasakan seperti truk bermuatan berat yang melintas.

"Setelah update, gempa berkekuatan 4,9 magnitude," ujarnya.

Terpisah, tokoh pemuda Bawean, Jamaluddin, menyebut lokasi gempa berada di titik yang sama dengan gempa-gempa sebelumnya, termasuk gempa berkekuatan 6,4 magnitudo yang terjadi pada 2024 lalu.

"Di titik gempa kuat dugaan ada pengeboran minyak, sehingga mengakibatkan sesar laut bergerak akibat aktivitas pengeboran minyak itu," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Editor: Ahmad Faiz         Reporter: Saiful Hasan