Forum Anak Kecamatan Sangkapura Resmi Terbentuk, 22 Pelajar Bawean Siap Tekan Pernikahan Dini
![]() |
| Pemerintah Kecamatan Sangkapura bersama 22 pelajar dan guru berfoto bersama usai pembentukan Forum Anak Kecamatan di Pendopo Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. (Foto:kabarbawean) |
kabarbawean.com - Pemerintah Kecamatan Sangkapura resmi membentuk Forum Anak Kecamatan Sangkapura sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan serta perlindungan hak anak. Pembentukan forum tersebut dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Sangkapura, Rabu (28/1/2026), dan diikuti oleh 22 pelajar tingkat SMA/SMK/MA se-Kecamatan Sangkapura.
Pembentukan Forum Anak ini merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPP-PA) Kabupaten Gresik Nomor: 463/17/437.79/2026 tertanggal 9 Januari 2026, terkait pembentukan dan penerbitan Surat Keputusan (SK) Forum Anak di tingkat kecamatan serta desa/kelurahan.
Kasi Ekonomi Kecamatan Sangkapura yang juga merangkap Pelaksana Tugas Kasi Kesejahteraan Rakyat, Kemas Saiful Rizal, menjelaskan bahwa Forum Anak merupakan organisasi resmi partisipasi anak yang dibina oleh pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah.
“Forum Anak ini adalah wadah partisipasi anak yang dibina oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Di Kecamatan Sangkapura, hari ini Alhamdulillah sudah terbentuk lengkap, mulai dari ketua hingga divisi-divisinya, dan akan segera kami laporkan ke Dinas KBPP-PA Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan Forum Anak tidak hanya aktif pada awal pembentukan, tetapi mampu berjalan konsisten selama masa kepengurusan dua tahun ke depan.
“Harapannya bukan hanya aktif di awal saja, namun bisa berkelanjutan dan tetap beraktivitas dengan baik sampai masa kepengurusan berakhir,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Camat (Sekcam) Sangkapura, Nur Hosni, yang dipercaya sebagai pembina Forum Anak Kecamatan Sangkapura, menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antaranggota dalam menjalankan organisasi.
“Ketua itu bukan superman. Organisasi tidak akan berjalan tanpa dukungan dari bidang-bidang dan sekretaris. Di zaman sekarang, bukan zamannya individualistik. Kita butuh kebersamaan dan kolaborasi, apalagi menghadapi tantangan anak-anak di era digital,” tegasnya.
Ia juga membuka ruang kolaborasi antara Forum Anak dan pemerintah kecamatan dalam merespons berbagai persoalan anak dan remaja di wilayah Sangkapura.
Sementara itu, Dhia Silmi Firia Nadia, siswi SMK Hasan Jufri yang terpilih sebagai Ketua Forum Anak Kecamatan Sangkapura, menegaskan komitmennya untuk menekan angka pernikahan dini di Pulau Bawean.
“Saya ingin mengajak teman-teman agar pemikiran tentang pernikahan dini bisa diminimalisir. Kita tahu angka pernikahan dini, termasuk yang disebabkan kehamilan di luar nikah, masih cukup tinggi. Saya ingin membangun sinergi supaya angka tersebut bisa menurun,” tegas Dhia.
Ia berharap Forum Anak dapat menjadi ruang edukasi dan penguatan karakter, khususnya bagi remaja perempuan di Bawean.
“Perempuan-perempuan di Pulau Bawean, khususnya di Pulau Putri ini, harus memiliki pendirian dan masa depan yang jelas,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya Forum Anak Kecamatan Sangkapura, pemerintah kecamatan berharap aspirasi dan suara anak dapat tersalurkan secara aktif serta menjadi mitra strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan


