Diduga Tertidur Saat Masak Air Nira Aren, Dapur Pembuat Gula Merah di Balikterus Terbakar

Lokasi Kejadian kebakaran yang dapur memasak air nira aren dan kandang sapi serta tempat slip padi yang hangus terbakar di Desa Balikterus Bawean
 (Foto: Istimewa)

kabarbawean.com - Kebakaran terjadi di Dusun Sungai Teros Laok, Desa Balikterus, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan dapur pembuatan gula merah, tempat slip padi, serta kandang sapi milik warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala Desa Balikterus, Abdul Aziz, saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu (31/1/2026), mengatakan kebakaran menimpa rumah pasangan suami istri, Saifullah (40) dan Atma Idah (34).

Menurut Abdul Aziz, sebelum kejadian, Saifullah baru pulang melaut pada malam sebelumnya. Pada pagi hari, istrinya, Atma Idah, pergi menyiangi sawah atau dalam bahasa Bawean disebut arao, dengan lokasi sawah yang cukup jauh dari rumah.

“Sebelumnya suaminya semalam melaut, lalu paginya istrinya pergi arao ke sawah, jaraknya cukup jauh dari rumah,” ujar Abdul Aziz.

Sementara itu, Saifullah berada di rumah dan tengah memasak laang atau air nira aren yang akan diolah menjadi gula merah. Dalam proses memasak tersebut, Saifullah diduga tertidur karena kelelahan setelah melaut.

“Waktu memasak laang itu, kemungkinan yang bersangkutan tertidur karena capek setelah pulang melaut,” jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, api dari tungku memasak tidak terkontrol dan kemudian membesar. Api dengan cepat merambat karena saat kejadian cuaca dalam kondisi panas dan angin bertiup cukup kencang, ditambah banyaknya material kayu di sekitar lokasi.

“Cuaca saat itu panas, angin juga lumayan kencang, jadi api cepat membakar,” kata Abdul Aziz.

Ia menjelaskan, bangunan yang terbakar meliputi dapur pembuatan gula merah, tempat slip padi, serta kandang sapi. Selain itu, sekitar 40 bungkus gula merah yang telah siap dijual turut hangus terbakar.

“Yang terbakar dapur, tempat slip padi, kandang sapi, dan sekitar 40 bungkus gula merah siap jual,” ungkapnya.

Di dalam kandang terdapat dua ekor sapi yang sempat terdampak kebakaran. Namun kedua sapi tersebut berhasil menyelamatkan diri setelah tali pengikatnya terbakar lebih dahulu, meski mengalami luka ringan.

“Sapinya cuma lecet sedikit karena talinya terbakar duluan sehingga bisa lari,” ujarnya.

Abdul Aziz memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihak pemerintah desa telah melaporkan kejadian kebakaran tersebut kepada pihak kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kejadian ini sudah kami informasikan ke kecamatan dan juga BPBD,” katanya.

Di akhir keterangannya, Abdul Aziz mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan penggunaan api.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada, karena sebelumnya juga sudah beberapa kali terjadi kejadian serupa,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Faiz                 Reporter: Saiful Hasan