19.803 Tabung LPG Tiba di Bawean, Camat Sangkapura Imbau Harga LPG 3 Kg Tidak Dinaikkan

KLM Purnama Saat berada di pelabuahan Bawean melakukan bongkar muat Gas LPG (Foto:kabarbawean)

kabarbawean.com - Setelah hampir tiga pekan dilanda kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, warga Pulau Bawean akhirnya mendapat angin segar. Sebanyak 19.803 tabung LPG dikirim dari Pelabuhan Gresik menuju Pelabuhan Umum Bawean menggunakan tiga Kapal Layar Motor (KLM) tradisional, Selasa (27/1/2026) dini hari.

Berdasarkan laporan resmi, tiga KLM tersebut dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Gresik pada pukul 01.00 WIB, dengan membawa muatan utama tabung gas LPG 3 kilogram serta muatan curah lainnya. Pengiriman ini menjadi langkah penting untuk mengatasi krisis energi rumah tangga yang sempat melumpuhkan aktivitas warga Bawean akibat cuaca buruk yang menghambat distribusi.

Adapun rincian muatan kapal antara lain, KLM Purnama mengangkut 7.000 tabung LPG 3 kg dan 200 tabung LPG 12 kg, sementara KLM Mega Baru membawa 6.000 tabung LPG 3 kg. Sisanya diangkut oleh satu KLM lainnya, sehingga total pengiriman mencapai 19.803 tabung.

Menanggapi kedatangan pasokan gas tersebut, Camat Sangkapura, Umar Junid, menegaskan agar tidak terjadi lonjakan harga di tingkat pengecer. Ia meminta seluruh pihak mematuhi harga yang telah ditetapkan.

“Mohon agar tidak ada yang menaikkan harga LPG 3 kilogram. Harga patokannya Rp30 ribu per tabung,” tegas Umar Junid, Rabu (28/1/2026).

Kelangkaan LPG yang terjadi sebelumnya berdampak besar bagi kehidupan warga, khususnya ibu rumah tangga. Fadilah, warga Desa Kumalasa, mengaku sangat bersyukur dengan datangnya pasokan gas tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Sekitar tiga minggu ini Bawean mengalami kelangkaan LPG karena cuaca. Dengan datangnya gas ini, saya sebagai ibu rumah tangga merasa sangat bahagia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Hanifah, warga Desa Sungai Teluk. Ia menceritakan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan memasak selama gas LPG langka.

“Sebelumnya kami kebingungan mencari gas. Bahkan suami saya harus mencari kayu bakar yang sekarang sudah susah didapat. Dengan datangnya LPG ini saya sangat bersyukur, semoga ke depan tidak langka lagi,” katanya.

Editor: Ahmad Faiz             Reporter: Saiful Hasan