Ajang Silaturahmi Global, Warga Bawean Perantauan Siap Gelar Halal Bi Halal Internasional di Yogyakarta
![]() |
| Ir M Faishol (berkacamata) saat berkunjung dan konsolidasi bersama masyarakat asal Pulau Bawean yang menetap di Kota Gresik (Foto:kabarbawean) |
kabarbawean.com - Warga perantauan asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, berencana menggelar Halal Bi Halal (HBH) Internasional yang akan dilaksanakan di Yogyakarta pada 14 April 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang silaturahmi besar yang mempertemukan masyarakat Bawean yang bermukim di berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri.
Dalam rangka menyukseskan agenda tersebut, Ir. M. Faishol, tokoh Bawean yang dikenal sukses di bidang mebel dan furnitur di Yogyakarta, melakukan konsolidasi dengan masyarakat Bawean di Gresik. Konsolidasi ini melibatkan organisasi Keluarga Warga Bawean Gresik (KWBG) serta komunitas Anak Bawean Gresik (ABG) yang beranggotakan warga asal Pulau Bawean yang berdomisili di Kabupaten Gresik.
Ia menyampaikan bahwa Gresik dipilih sebagai pusat konsolidasi karena memiliki komunitas perantau Bawean yang kuat dan telah berhasil di berbagai sektor. Dengan potensi tersebut, diharapkan masyarakat Bawean dapat berpartisipasi aktif dalam memeriahkan HBH Internasional melalui penampilan seni budaya serta penyajian kuliner khas Bawean.
"Halal bi Halal (HBH) ini, sebagai wadah persaudaraan Bawean Internasional. Kami mulai sosialisasi dan bekerja sama untuk menukseskan acara ini," ucapnya di kediaman H Subki, mantan legoslatif, dan salah satu tokoh familiar di Gresik Kota.
HBH Internasional ini, lanjutnya, juga mendapat dukungan moril dari sejumlah tokoh nasional asal Pulau Bawean. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat dan menjaga silaturahmi antarwarga Bawean, sekaligus menjadi sarana promosi seni budaya dan kuliner khas Bawean.
"HBH perantauan masyarakat Bawean sudah ada sejak tahun 1985, terakhir pada tahun 2017 di Tulungagung," ujarnya, Senin (15/12/2025).
Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena dikenal sebagai pusat budaya, pendidikan, dan pariwisata dengan kekayaan sejarah yang kuat. Selain itu, Yogyakarta juga diyakini memiliki daya tarik tersendiri bagi perantau dan warga keturunan Bawean yang bermukim di Malaysia maupun Singapura.
"Diperkirakan 800 orang yang akan hadir, dan sementara ini, perwakilan atau tokoh Singapura dan Malasyia keturunan Bawean konfirmasi akan hadir," tuturnya.
Terkait pembiayaan, Faishol menegaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan bersumber dari swadaya masyarakat dan para tokoh Bawean yang tersebar di berbagai daerah.
"Pendanaan semuanya swadaya dari para tokoh Bawean. Tidak ditanggungkan kepada tuan rumah," jelas pengusaha mebel kelahiran Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura, dengan brand Alas Gembol di Yogyakarta.
Ia juga berharap melalui kegiatan HBH ini dapat dibentuk wadah resmi yang menaungi persaudaraan masyarakat Bawean lintas negara.
"Semoga nanti dalam kegiatan HBH ,juga ditetapkan wadah Persaudaraan Bawean Internasional atau PBI," pungkasnya.
Sementara itu, tokoh KWBG H. Subki menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan HBH Internasional tersebut. Dari Gresik, direncanakan akan diberangkatkan sekitar tiga unit bus untuk mengikuti kegiatan tersebut.
"Dari Gresik juga akan menyajikan kuliner khas Bawean, beserta seni budaya yang akan ditampilkan saat acara," ujarnya.
Editor: Ahmad Faiz
