![]() |
| Kapal Express Bahari 3 F saat sandar di Pelabuhan Bawean (Foto:kabarbawean) |
kabarbawean.com - Pemerintah Kabupaten Gresik mengupayakan pengerahan kapal bantuan menyusul lumpuhnya pelayaran menuju Pulau Bawean akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi sejak Jumat (9/1/2026).
Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya mobilitas warga serta distribusi logistik ke wilayah kepulauan.
Terhentinya pelayaran membuat ratusan calon penumpang tertahan di Pelabuhan Gresik maupun di Pulau Bawean. Selain itu, pasokan barang kebutuhan pokok ke Bawean ikut terganggu akibat kapal logistik tidak dapat berlayar.
Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PKB, Bustami Hazim, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mencari solusi atas situasi tersebut.
“Sejak tiga sampai empat hari lalu kami bersama pemerintah daerah dan Dinas Perhubungan telah berkomunikasi dengan ASDP agar KMP Drajat dapat diperbantukan di lintasan Paciran-Bawean. Namun kapal tersebut tidak memungkinkan berlayar dalam kondisi peringatan gelombang tinggi,” ujar Bustami.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Koarmatim untuk meminta bantuan armada kapal perang. Namun armada yang biasa diperbantukan masih bertugas di wilayah bencana Sumatra–Aceh dan diperkirakan baru kembali ke Surabaya pada 25 Januari 2026.
“Upaya terakhir yang saat ini memungkinkan adalah meminta bantuan kepada PT Dharma Lautan Utama (DLU) untuk melakukan deviasi kapal ke Bawean. Permohonan sudah dikirim dan masih dalam proses komunikasi,” tambahnya.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyatakan Pemkab Gresik telah menggelar rapat koordinasi untuk menyikapi dampak krisis pelayaran tersebut.
“Kami masih mengupayakan kehadiran kapal bantuan, baik dari kapal umum maupun operator swasta, guna mendukung distribusi logistik ke Bawean,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid, menjelaskan kondisi gelombang laut di Perairan Bawean masih tergolong tinggi dan berbahaya bagi pelayaran hingga 16 Januari 2026.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
