![]() |
| Warga Bawean yang terdampar di Gresik (Foto:Yasma For kabarbawean) |
kabarbawean.com - Terhentinya pelayaran Bawean-Gresik akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat ratusan warga asal Pulau Bawean terdampar di Gresik. Sebagian dari mereka harus bertahan selama berhari-hari hingga hampir dua pekan dengan kondisi ekonomi yang semakin terbatas.
Diyana, warga Bawean, mengaku tertahan di Gresik sejak akhir Desember 2025 saat mendampingi anaknya yang menjalani operasi sesar di RSI Nyai Ageng Pinatih, Gresik, bersama delapan anggota keluarga.
“Saya berangkat tanggal 31 Desember, operasi tanggal 5 Januari. Sekarang saya bersama cucu yang baru lahir masih tertahan di Gresik. Dana semakin menipis, semoga ada bantuan,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Kondisi serupa juga dialami Yasma, warga Dusun Menara, Desa Teguh, Bawean. Ia mengaku hampir dua pekan berada di Gresik untuk mendampingi suaminya yang menjalani perawatan medis.
“Saya sudah hampir dua minggu di sini. Saya berharap ada kapal bantuan agar bisa segera kembali ke Bawean,” ungkapnya.
Selain warga, banyak mahasiswa dan santri asal Bawean juga dilaporkan tertahan karena membutuhkan kapal rute Bawean-Gresik untuk kembali ke tempat studi mereka. Namun hingga kini, pelayaran belum dapat beroperasi karena kondisi cuaca yang belum membaik.
Berdasarkan prakiraan BMKG, gelombang tinggi di Perairan Bawean masih berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan, sehingga pelayaran reguler belum dapat dipastikan kembali normal dalam waktu dekat.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
