![]() |
| KMP Gili Iyang saat berada di Pelabuhan Bawean (Foto:kabarbawean) |
kabarbawean.com - Setelah sepekan lebih terganggu akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, aktivitas pelayaran dari dan menuju Pulau Bawean akhirnya kembali dibuka. Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bawean resmi mencabut penundaan pelayaran dan mengizinkan kapal kembali beroperasi mulai Sabtu (17/1/2026).
Keputusan tersebut tertuang dalam pengumuman resmi UPP Bawean Nomor AL.820/2/20/UPP.Bwn/2026 tertanggal 16 Januari 2026. Pencabutan penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan pembaruan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan kondisi perairan mulai kondusif untuk pelayaran.
Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa kapal-kapal yang sebelumnya tertunda sejak 9 Januari 2026 kini telah diperbolehkan kembali berlayar, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelayakan kapal.
Salah satu kapal yang dipastikan kembali beroperasi adalah KMP Gili Iyang dengan rute Bawean-Paciran.
Berdasarkan informasi dari Zulfikar, Petugas Angkutan Penyeberangan SDP Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, KMP Gili Iyang dijadwalkan berangkat pada Sabtu 17/1/2026 jam 09.00 rute Bawean-Paciran.
“Keberangkatan KMP Gili Iyang tanggal 17 Januari ini merupakan pengalihan dari jadwal sebelumnya pada 8 Januari 2026 yang sempat tertunda akibat cuaca buruk,” jelas Zulfikar.
Ia menambahkan, proses check-in tiket dimulai pukul 06.00 WIB di loket terminal pelabuhan penyeberangan, dan penumpang diimbau hadir lebih awal untuk menghindari antrian.
Selain KMP Gili Iyang, layanan kapal cepat Express Bahari juga dijadwalkan kembali melayani rute Bawean-Gresik dan Gresik-Bawean pada hari yang sama. Berdasarkan jadwal resmi, Express Bahari akan berangkat pukul 07.00 WIB dari masing-masing pelabuhan.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mencatat bahwa kondisi cuaca di Perairan Bawean bagian selatan pada 17-18 Januari 2026 didominasi hujan ringan dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter, meski pada 19 Januari diperkirakan meningkat hingga 1,25-2,5 meter.
Pihak pelabuhan dan instansi terkait mengimbau seluruh operator kapal, awak, serta penumpang untuk tetap waspada dan mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran.
Dibukanya kembali jalur pelayaran ini disambut lega masyarakat Bawean, khususnya warga yang sempat tertahan, pelaku usaha, serta mahasiswa dan santri yang membutuhkan akses transportasi laut menuju daratan.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
