![]() |
| Pemdes Patarselamat, beserta Forkopimcam saat gotong royong penanganan longsor di jalan umum Dusun Kuduk-kuduk Pulau Bawean hari Kamis, 8/1/2026 lalu. (Foto:Istimewa) |
kabarbawean.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, Eril Desembrilian Prabowo, mengajak warga Pulau Bawean, Gresik untuk bisa bersama-sama menjaga lingkungan hutan di Pulau Bawean. Terutama aktivitas dengan penebangan pohon di hutan rakyat, atau tanah pribadi.
Menurut dia, aktivitas tersebut dinilai menjadi penyebab terjadinya banjir hingga longsor di Pulau Bawean, Gresik.
"Ada banyak pohon hutan rakyat atau tanah pribadi di area pegunungan Pulau Bawean, diganti dengan tanaman Sengon," ungkapnya, Senin (12/1/2025).
Sehingga banyak beberapa lahan pegunungan gundul, alis ditebang. Dari tanaman konservasi menjadi tanaman komersial.
Untuk itu, Politisi Dapil Pulau Bawean ini telah melakukan monitoring bersama Pemerintah Tingkat Kecamatan dan Desa. Ia meminta 30 Desa di Kecamatan Tambak dan Sangkapura, bisa membuat Peraturan Desa untuk mengantisipasi aksi penebangan hutan secara luas di Pulau Bawean.
"Memang tidak ada larangan penebangan pohon di tanah pribadi. Namun sebagai catatan, pemerintah tingkat bawa Pemdes juga ikut mengawasi melalui Perdes. Agar penebangan pohon bisa diminimalisir dan ditebang secukupnya," beber politisi Fraksi Demokrat itu.
Hal tersebut, nantinya juga bisa ditindaklanjuti oleh Pemdes sebagai bentuk pengawasan. Termasuk mendata pohon yang telah ditebang.
"Saat ini, dari 30 desa ,masih ada dua desa di Pulau Bawean yang punya legalitas Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) aktivitas penebangan pohon. Desa Diponggo Kecamatan Tambak, dan Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura," jelasnya.
"Bawean sudah darurat bencana, kalau bukan sekarang dilakukan pencegahan, maka yang dikhawatirkan akan kembali bencana yang lebih besar," tambahnya.
Sementara itu, longsor yang terjadi di Desa Patar Selamat, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean sudah dilakukan penanganan. Dengan menutup area longsor dengan terpal agar saat kondisi hujan tanah tidak tergerus dan kembali longsor.
"Sementara ini, longsor yang terjadi di akses jalan umum Dusun Kuduk-kuduk kami tutup sementara. Karena saat ini masih kondisi hujan," ucap Pj Kades Patar Selamat Obaidillah.
Saat ini, kondisi panjang longsoran mencapai sekitar 25 meter dengan tinggi material runtuhan kurang lebih tiga meter, masih dilakukan penangan lebih lanjut. Dengan meminta bantuan dari BPBD dan UPT DPUTR untuk mendatangkan bronjongan sebagai tembok penahan tanah.
Diketahui, dalam beberapa hari terakhir. Pulau Bawean kembali terjadi longsor dan banjir. Longsor terjadi dua Desa di Kecamatan Sangkapura. Desa Dekatagung, dan Patarselamat. Sedangkan di Kecamatan Tambak, satu desa tergenang banjir. Setidaknya empat dusun yang terdampak banjir Desa Kepuhteluk. Selebihnya area sawah pun terendam banjir akibat hujan deras yang hutannya banyak ditebang pohon.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

